Archive | thought RSS feed for this section

satu-satu

5 Apr

kadang saya mau semuanya sekarang.

kadang saya lupa kalo semuanya perlu tahap.

dan mungkin kamu juga lupa

Jordin Sparks

One Step At a Time

Hurry up and wait
So close, but so far away
Everything that you’ve always dreamed of
Close enough for you to taste
But you just can’t touch

You wanna show the world, but no one knows your name yet
Wonder when and where and how you’re gonna make it
You know you can if you get the chance
In your face as the door keeps slamming
Now you’re feeling more and more frustrated
And you’re getting all kind of impatient waiting

We live and we learn to take
One step at a time
There’s no need to rush
It’s like learning to fly
Or falling in love
It’s gonna happen when it’s
Supposed to happen and we
Find the reasons why
One step at a time

You believe and you doubt
You’re confused, you got it all figured out
Everything that you always wished for
Could be yours, should be yours, would be yours
If they only knew

You wanna show the world, but no one knows your name yet
Wonder when and where and how you’re gonna make it
You know you can if you get the chance
In your face as the door keeps slamming
Now you’re feeling more and more frustrated
And you’re getting all kind of impatient waiting

We live and we learn to take
One step at a time
There’s no need to rush
It’s like learning to fly
Or falling in love
It’s gonna happen when it’s
Supposed to happen and we
Find the reasons why
One step at a time

When you can’t wait any longer
But there’s no end in sight
when you need to find the strength
It’s your faith that makes you stronger
The only way you get there
Is one step at a time

We live and we learn to take
One step at a time
There’s no need to rush
It’s like learning to fly
Or falling in love
It’s gonna happen when it’s
Supposed to happen and we
Find the reasons why
One step at a time

One step at a time

keseimbangan

8 Dec

menurut KBBI online, imbang adalah seperti yang di bawah ini:

im·bang a setimbang; sebanding; sama (berat, derajat, ukuran, dsb);

ber·im·bang v 1 sama berat (kuat, kuasa, banyak, dsb); setimbang; sebanding: pertandingan tidak berjalan lancar krn kedua kesebelasan itu tidak ~ kekuatannya; 2 ber-padanan (dng); berbanding (dng): hadiah yg diberikan ~ dng jasa yg dibuatnya;

meng·im·bangi v menjadikan imbang (berimbang); menjadikan setimbang (sebanding, sepadan, dsb); membanding; memadai; membalas (kebaikan, cinta, dsb): sekarang terbuktilah sudah bahwa adikku selama ini tidak ~ kebaikanku;

meng·im·bang·kan v menjadikan supaya berimbang (se-timbang, sebanding): untuk ~ pemasukan dan pengeluaran uang, harus diadakan penghematan;

im·bang·an n yg mengimbangi; timbangan; bandingan;

im·bang-im·bang·an a hampir sama beratnya (kuatnya, kuasanya, dsb): kekuatan kedua petinju itu sebenarnya ~;

per·im·bang·an n persamaan (perbandingan) berat (kuat dsb): peperangan dapat dielakkan kalau ada sebuah badan yg dapat mengawasi ~ kekuatan militer negara besar;

mem·per·im·bang v menjadikan lebih imbang; mengim-bangkan;

peng·im·bang n sesuatu yg mengimbangi; yg dipakai untuk mengimbangi;

peng·im·bang·an n proses, cara, perbuatan mengimbangi atau mengimbangkan: ~ perkiraan dilakukan untuk menge-tahui betul atau tidaknya perhitungan kita;

ke·im·bang·an n keadaan berimbang;

se·im·bang a sama berat (kuat dsb); setimbang; sebanding; setimpal: hasilnya tidak ~ dng jerih payah yg dilakukannya;

me·nye·im·bang·kan v membuat jadi seimbang;

mem·per·se·im·bang·kan v menjadikan lebih seimbang;

ke·se·im·bang·an n 1 keadaan seimbang; 2 Fis keadaan yg terjadi apabila semua gaya dan kecenderungan yg ada tepat diimbangi atau dinetralkan oleh gaya dan kecenderungan yg sama, tetapi berlawanan

buat saya seimbang adalah ketika saya sayang dan disayang dalam porsi yang sama. itu saja.

19 November

19 Nov

Warning: this post will be “mellow”. Yes, I avoid the word “galau”.

So today I woke up with good feeling. Smiled while reading text message that you sent last night because I fell asleep.

So today is November the 19th. And you have to know I’ve been over my past. You have nothing left to worry about.

I wuff you, E.
:3

Random Thing #2

3 Jun

Bilang saya telat, saya gak peduli.
Saya lagi suka banget sama The Trees and The Wild! :D
Albumnya – Rasuk – bikin saya mrinding.

Find them in MySpace.

Hal-hal yang Tidak Terkatakan

15 Apr


Saya dan seorang sahabat pernah berbicara cukup serius tentang hal ini. Tentang hal-hal yang tidak pernah keluar dari mulut kita. Tentang hal-hal yang tidak tersampaikan.

Saat itu kami tidak mencapai suatu kesimpulan apapun. Kami hanya sekedar bercerita tentang pengalaman kami tentang hal-hal yang tidak terkatakan itu. Kami berbagi bagaimana banyak hal yang ada di sekitar kami yang sebenarnya terasa ambigu karena memang tidak terkatakan. Tapi hal-hal yang tidak terkatakan itu jelas mengganggu kami.

Tidak terkatakan?

Saya lebih suka menyebutnya: unspoken. Bukan berarti gaya-gayaan ya saya pake bahasa inggris. Cuman lebih ringkes aja. Satu kata. Singkat. Yang sayangnya akhir-akhir ini sering singgah di kepala saya.

Kenapa? Mungkin karena banyak juga hal yang ada di kepala saya yang tidak saya sampaikan. Dan juga ada hal-hal yang saya ingin dengar dari orang lain.

Ada yang bilang: sometimes, things are better left unspoken.
Saya setuju.

Sayangnya akhir-akhir ini saya melihat banyak hal yang menjadi rancu dan menjadi sekedar penyakit hati ketika tidak dikatakan.

Lalu saya melihat ke diri saya sendiri: ketika saya menyimpan semuanya sendiri, apa alasan saya?

Satu. Saya malu dengan kenyataan yang saya simpan itu. Misalnya saja, waktu jaman SMP dulu. Saya naksir temen saya. Saya simpeeeen aja sendiri. Soalnya saya malu kalo ada orang yang tau saya naksir dia. Hahahaha. Lucunya saya dulu.

Dua. Saya gak pede dengan pemikiran saya. Tidak mengatakan sesuatu toh bukan melulu masalah cinta-cintaan toh? Pendapat, pandangan, idealisme kita. Kalo saya gak merasa pandangan saya itu gak oke-oke banget, biasanya saya simpen sendiri.

Sebenernya intinya sama aja sih. Gak pede, malu, bla bla bla. Tapi satu alasan yang pasti, alasan yang mungkin semua orang rasakan: saya merasa lebih baik kalo hal itu saya simpen sendiri.

Ini poinnya.

Sangat subjektif. Lebih baik buat saya belum tentu baik buat Anda. Gitu kan? Dan sama ketika dibalik: baik buat Anda belum tentu baik buat saya.

Saya kemudian berpikir: kalau saya bicara tentang yang saya pikirkan, apa iya orang lain juga mau bicara tentang apa yang mereka pikirkan? Apa iya jadinya semua akan terbuka? Apa iya sebenarnya disimpan sendiri itu lebih baik?

Dan muncullah pertanyaan terakhir: lalu apa yang ada dipikiran Anda tentang saya? :D

Stop at Perhentian

19 Feb

Daaaaan… sekarang saya menemukan diri saya duduk di McDonalds Kota Bharu Kelantan Malaysia bersama dengan Chris from England. Saya sibuk sama hape saya, dia sibuk sama laptopnya.

We met this morning di kapal dari Pulau Perhentian ke Kuala Besut. Dan habis itu saya, Chris, dan Bruce from Australia share taksi buat balik ke Kota Bharu. AWSOME!

Oke, cerita saya gak jelas memang. Saya akan ceritakan dari awal.

Hari-hari awal saya di Malaysia sangat membosankan. That’s why I planned to go to Pulau Perhentian. Tanggal 29 Januari saya dan dua teman saya, Maria from Netherlands dan Iriny from Australia, sudah beli tiket pesawat untuk ke sana.

Buat ke Pulau Perhentian saya harus naek pesawat ke Kota Bharu, trus dari sana ke Kuala Besut, trus dari Kuala Besut naek kapal ke Pulau Perhentian.

Bahasa lebay nya sih… I’ve spent my whole life in Malaysia nungguin tanggal 17 Februari 2010 buat ke Pulau Perhentian.

Dan tanggal 16, Maria sakit. I can’t blame her. Tapi yang jelas saya kesel banget. Saya harap-harap cemas soal Iriny. Saya gak terlalu deket sama dia. Dan di pagi saya mau berangkat… Iriny batalin juga. Well, saya emang sebenernya sedikit berharap dia gak ikut. I couldn’t get along with her.

I was so prepared dan saya tau gak bisa ngelewatin ini gitu aja. Saya harus pergi apa pun yang terjadi. Lalu tau-tau aja saya udah duduk di pesawat ke Kota Bharu, sendirian.

Sebenernya salah satu hal yang bikin saya bingung adalah soal bugdet. Taksi dari bandara ke Kuala Besut (pelabuhan sebelum ke Perhentian) harganya 80RM. Kalo saya pergi bertiga jatohnya sekitar 25 per orang dan skrg saya sendiri. Bisa gila. Lalu kamar yang tadinya juga mau di share, jadi saya sendiri yang harus bayar. Aaaaaaaaa!!!

So I decide to go to the city for one night lalu baru ambil keputusan di sana. Kalopun saya gak ke Perhentian, saya tetep di Kota Bharu. Anywhere. I would not cancel my trip. Somehow I knew this would be my best experience. Travelling Alone.

Thank God I have Lonely Planet. VERY USEFUL. Saya telpon salah satu budget hotel yang direkomenin di buku itu dan it was great. Saya sampe dengan selamat di KB Backpakers. The owner, Pawi, is super nice guy. Dan saya yang tadinya hopeless soal Perhentian, langsung semangat begitu tau ada taksi 45RM buat ke Kuala Besut.

The next day, saya sudah di Perhentian.

Saya memang gak pinter bikin kata-kata buat nunjukin gimana bagusnya Perhentian. Saya punya DSLR tapi saya juga gak (errr… belom) bisa bikin gambar yang bagus buat nunjukin gimana Perhentian bisa bikin saya merinding.

Perhentian is totally awsome.

Tapi yang lebih penting dari pantainya buat saya adalah kesempatan saya buat travelling sendirian kali ini.

I’m not a loner. Bahkan berat banget buat saya untuk makan sendirian di tempat umum. I’m not get used to be alone. Saya menghindari pergi sendirian kecuali terpaksa. Well, saya memang bukan orang dengan sejuta teman tapi saya biasa berada di dekat teman saya ato keluarga or if i have, pacar. I’m not a social person, but I tend to be with someone that I love. Dan di sini saya harus melakukan semuanya sendirian. And for sure, sendirian. S-E-N-D-I-R-I. No one picks me up. I planned things by my self, and just… yah. Gitulah.

And that’s how I find another side of me.

Waktu sampe di Kota Bharu, saya pilih naek bis dari bandara ke Central Bus Station, tengah kota. Saya duduk bareng di halte bis di bandara sama dua orang stranger entah dari mana. Besokannya waktu gak sengaja ketemu di Perhentian, we greeted each other like and old friend. The feeling was awsome!!! It was beautiful.

Saya bukan orang yang maha ramah ke semua orang. Dan di Perhentian, I find my self smiling to everyone, to stranger. I like it. And I promise my self to keep being like that after I get back.

It’s good to see your self being better!

Other than that, I feel like I see the world. Saya ngelihat mata orang yang bagus-bagus banget!!! Biru, ijo aaaahh.. matanya ‘bule’ bagus-bagus banget and I mean it.

Perhentian is full of stranger I think.

Oya, Pulau Perhentian ada dua. Besar dan Kecil. Saya pergi ke Kecil. The one where the backpackers choose. It’s cheaper. Dan saya gak nemu satu pun turis lokal di sini. Saya berangkat bareng sama orang Malay, tapi dia ke Besar. Yeah, but I’m happy with my choice. Kecil is awsome! :)

Lalu pas balik ke Kuala Besut tadi pagi, saya ketemu sama 2 orang. Ya itu tadi, Chris sama Bruce. Dan akhirnya kita memutuskan untuk share taksi. 50RM yang harusnya saya bayar sendiri, jadi di share! With stranger! Aaaahhh, mungkin ini biasa aja buat beberapa orang. Tapi ini jelas luar biasa buat saya. Bangga sama diri sendiri sedikit boleh lah ya.. :p

I was mad at first. Tapi saya sangat bersyukur saya pergi sendirian ke sini. For everything that I get, that I feel. I feel so grateful. :’)

Di Perhentian saya juga berhenti dan berpikir, tentang banyak hal. About present, future, dan segimanapun mau ngehindar juga.. past tetep kepikiran. But it’s good to have a getaway. Dari awal saya berangkat ke Malaysia saya juga sudah berharap ini bakal jadi getaway saya. And when I stopped at Perhentian i just know… this is it. :)

faith?

9 Oct

setelah saya baca lagi, postingan yang saya tulis sebelum ini terdengar mellow sekali yaa? mungkin emang saat itu seperti itu yang ada di kepala saya..
this whole thing, my broken heart story, motivates me to write something about it.

yakin – faith – atau dalam bahasa apapun hal itu dikatakan, ia adalah kekuatan buat saya. saya memang bukan penganut fanatik buku the secret dan tentang alam semesta yang ada di dalamnya tapi saya tau bahwa keyakinan punya kekuatan.

masalahnya adalah… ketika keyakinan itu suatu saat hilang, terbang, itu yang membuat saya merasa sangat rapuh dan membuat saya kehilangan semuanya.

saya pernah begitu yakin akan hubungan yang saya miliki. stabil? ya. saya merasa berlebih kasih sayang dan saya pun menyayangi dengan luar biasa. saya tahu itu cinta. 4 tahun on-off dengannya membuat saya tau bahwa apa pun yang terjadi dia akan tetap kembali pada saya, begitu pula sebaliknya.

tapi dalam sekejap mata keyakinan itu hilang. saya gak tau itu apa. apa yang membuat saya merasa begitu kehilangan dia bahkan ketika dia ada di dalam pelukan saya. saya mencari – mencoba memahami. saya masih gak ngerti. dan sampai pada pembicaraan kami malam itu, tanpa sepatah kata putus pun keluar dari mulut kami, kami tau bahwa ini semua sudah berakhir. aneh? ya. bagi saya pun aneh.

bohong kalau saya bilang saya gak sedih. saya sedih. tapi toh itu keputusan kamu berdua, kenyataan yang memang ada tentang kami: that being separated is better. lalu buat apa saya mesti menangis?

mungkin karena begitu banyak cerita yang kami punya.
mungkin karena he fits me so well.
atau mungkin hanya karena saya harus kehilangan “kebiasaan-kebiasaan” saya selama punya pacar?

saya memang on-off dengan dia tapi selama 4 tahun ini saya tidak pernah benar-benar sendirian. tidak pernah. satu hari pun tanpa sms dari dia.
will i miss him?
or just his messages?

banyak sekali pertanyaan yang berputar di kepala saya.

saya tau saya mesti move on. and i’m on my way to moving on. i’m proud of my self of that. tapi yang saya takutkan adalah ketika saya mesti berjalan ke depan. ketika saya mesti membuka hati saya lagi. saya sudah melihat bahwa jangka waktu yang lama tidak membuat hubungan makin kokoh dan berjalan makin mantab. saya melihat dan merasakan kegagalan.

mungkin postingan ini terbaca sangat pesimis – tidak punya harapan. tapi dengan menulis ini pula saya tau saya gak boleh terus menerus melihat secara negatif. ya, cara pandang saya berubah. saya cuman berharap ketika saya bisa melewati ini semua saya akan menemukan seseorang yang bisa membawa saya ke dalam sebuah keyakinan yang baru – yang everlasting. :)

marshanda kenapa deh?

12 Aug

banyak hal yang “bothers” hidup gw akhir-akhir ini. mulai dari urusan akademis which is gw bingung mau ngambil konsentrasi apa buat semester depan, sampe kondisi pacaran gw yang lagi berantem mulu akhir-akhir ini (curhat). this makes me jengkel pol.

ya, lo boleh panggil gw telat ato apalah, yang jelas gw emang baru liat video freak marshanda yang lagi nyanyi-nyanyi gak jelas sama ada juga video dia lagi nangis dengan rambutnya yang kaya singa. video aslinya udah dihapus sama yang upload. tapi untungnya udah ada yang repost video itu jadi gw bisa lihat. video ini jelas-jelas bikin gw berpikir (DAN BERSYUKUR) bahwa gw masih normal dan tidak bertindak freak seperti yang dilakukan oleh marshanda (ato siapapun yang mirip banget sama marshanda ini). oh, youtube emang topmarkotop dah.

bagi anda-anda yang belom lihat (walopun mungkin gw adalah orang terakhir di planet ini yang liat videonya) ini, monggo dilihat.

ini yang bikin heboh: marshanda nyanyi-nyanyi sambil mencaci-maki temen SDnya.

kalo yang ini, marshanda lagi nangis-nangis mellow gitu. gw gak ngerti maksudnya apa, yang jelas. ahh.. liat aja sendiri deh ah.

secara pribadi gw berpikir ini maksudnya apa deh bikin video kaya beginian? meluapkan emosi? curhat? latihan akting?

udah banyak banget yang bikin postingan di blognya untuk ngebahas (kebanyakan mencaci) tindakan si terduga marshanda ini. well, ini bikin gw tertarik untuk melihatnya dari sudut pandang gw.

hal ini bukan berarti gw pro-marshanda ya! gw (sejujurnya) udah anti-marshanda sejak jaman kapan tau. gw gak pernah suka marshanda, menurut gw (dulu) dy centil banget aja. hahahaha.. kalo sekarang mah gw berusaha objektif aja. suka-suka dy mau bergaya kaya apa, gw mah gak peduli. as long as si marshanda itu gak ganggu hidup gw. IYALAH, MANA MUNGKIN MARSHANDA GANGGU GW. kenal aja kagak. :p

gw lebih agak bermasalah sama videonya yang pertama. yang marah-marah gak jelas sama temen SD. yang menggangu pikiran gw adalah, kalo emang video itu (siapapun yang bikin) beneran benci sama temen SDnya. COME ON. itu jaman SD! kita semua tau kalo masa SD adalah masanya jotak-jotakan. geng-gengan. ejek-ejekan. kenapa dy gak dewasa banget sih masih sakit ati aja gitu sama temen SDnya?

gw gak mau nge-judge juga sih ya. tapi siapa yang gak setuju sama gw, let me know. SD meeen, SD. it’s been years. toh, semua anak SD juga akhirnya dewasa dan ketawa nginget-inget masa lalunya?

tambahan, rambut si “marshanda” itu gak banget deh. kaya singa.

UPDATED:
i found a new video:

emang dy udah putus ya sama ben?

gw, berceloteh tentang tujuan hidup

16 Jul

gue adalah orang yang percaya akan adanya Tuhan dan otoritasNya dalam hidup gue. gue masih (dan akan tetap) yakin kalo gue diciptakan di dunia ini dengan suatu tujuan.

back to a year ago. gue sangat ingin sekali masuk ke pendidikan dokter. gue lulus sma tahun 2007 dan gue gagal masuk pend. dokter. tahun 2008 i tried again to get it tapi gue gagal juga. at that time i wonder… sebenernya gue pengen masuk kedokteran itu atas dasar emang guenya yang cucok jadi dokter ato hanyalah sebatas “ambisi” gue aja untuk mengalahkan kedokteran yang passing grade-nya tinggi banget itu?

ketika gue bilang kalo gue mau masuk kedokteran, ada yang nanya ke gue: kenapa kedokteran? gue pun jawab: ya, pengen aja nolong orang lalalala, trus kan mau gak mau harus belajar jadinya lalalala.. alesan yang kalo gue inget lagi sekarang, gue jadi malu. itu sangat klise sekali padahal sebenernya pada intinya adalah: gue berambisi mengalahkan pendidikan dokter itu.

ambisi itu menguasai gue. bukan apa yang sebenernya TEPAT buat gue.

membicarakan hal yang tepat buat gue, gue juga memang sebenernya belom punya bayangan yang jelas tentang apa yang bakal gue lakukan yang bikin gue berguna ada di dunia ini. gak melulu hal-hal yang luar biasa besar seperti jadi presiden misalnya (hmm, gue juga gak nolak si.. hahahaha) tapi yang jelas bikin gue lebih terarah dalam mengerjakan segala sesuatunya.

ngomongin tentang tujuan hidup itu terdengar menjadi topik yang saaaangat lebay dan gue juga awalnya kesel banget ngomongin hal itu. too much. tapi sekarang gue berpikir.. kalo emang gue gak nemuin buat apa gue lahir di dunia ini gue bakal jadi orang yang gak punya arah. gue bakal ikut arus. hidup gue biasa aja. nikah, punya anak, mantu, cucu, terus mati. itu kalo gue dikasih umur panjang. kalo enggak? then what’s special about me? gak ada.

orang-orang yang sukses selalu ngerti untuk apa mereka ada di dunia ini. mereka ngerjar “goals” mereka dan hidup dengan ambisi penuh yang sesuai dengan tujuan mereka. nah, kalo tujuannya aja gak ada, terus gimana gue mau semangat?

nah, apa hubungan semua celotehan gue dari tadi dengan otoritas Tuhan dalam hidup gue?

gue percaya bahwa tujuan hidup gue itu yang ngasih Tuhan. i just need to find it out. kenapa Tuhan nyiptain gue.

gue tau banyak banget orang yang menganggap ini masalah klise, tadinya gue pun begitu. tapi gue sadar, kalo gue gak punya tujuan, gue gak pernah bergerak. contohnya simple aja, gue pengen bisa berenang. maka gue mati-matian belajar berenang. nah, kalo gue gak bertujuan untuk bisa berenang, buat apa gue capek-capek belajar renang?

sejauh hampir 19 tahun gue hidup, gue gak pernah melakukan sesuatu tanpa adanya alesan atau tujuan dari tindakan gue itu. boong aja ada maksudnya: supaya gak ketahuan melakukan hal yang salah. nah, dari situ gue melihat bahwa i need a goal that i will fight for until the rest of my life.

dan sekarang gue sedang berpikir untuk itu, before it’s too late. so what’s your life vision?

in the rain..

3 Feb

Gue bukan termasuk orang yang menyukai hujan. Yah, tiap orang berhak untuk menyukai atau tidak menyukai apapun, to? Nah. Gue gak suka hujan.

Yaaa, dalam kondisi tertentu gue suka ujan. Ketika sedang pengen ‘sendirian’, gue suka hujan bisa jadi alasan gue menolak sebuah ajakan – untuk pergi misalnya.

Kenapa gak suka hujan?
Karena gue gak suka basah. Basah-basahan dalam konteks kehujanan itu sangat tidak menyenangkan. Lembab. Lengket. Bikin pusing. Intinya : gak bikin gue seneng – semua hal yang gak bikin gue seneng adalah hal yang gue benci. ;)

Temen gue, Bebeth, berhasil bikin puisi, yang menurut gue bagus banget, bertemakan hujan. Gue suka cara dia menuliskan keindahan hujan ketika hujan bisa menutupi (yang anehnya menurut gue lebih tepat melampiaskan) kesedihannya.

Romantisme yang seperti itu yang gak gue dapet ketika hujan. Hujan buat gue hanya berarti basah. Gak enak.

Buat gue, hujan ketika gue sedang bersedih itu berarti air mata yang akan lebih banyak turun. Berarti waktu yang lebih lama buat gue untuk ‘bangun’. Hujan bikin gue makin terluka, makin sedih.

Dan hujan seringkali memporakporandakan rencana gue untuk melakukan sesuatu. Well, banyak banget pengalaman yang memperkuat kebencianketidaksukaan gue terhadap hujan.

Yea, gue gak sebenci itu juga sih sama hujan. Lingkungan mengajarkan gue untuk tidak bersikap ekstrim terhadap sesuatu. Gak boleh terlalu cinta. Gak boleh terlalu benci. Entah kenapa. Emm, mungkin itu bisa jadi bahan postingan gue selanjutnya. Hehehey..

Back to the topic, hujan.
Entah apa penyebab gue gak terlalu suka hujan. Kadang gue berpikir, hujan bikin pikiran gue juga ikut mendung. Ikut kalut. Jadi itu yang bikin gue kesel.

Gue emang tipikal orang yang mudah terbawa suasana. Suasana menyebalkan itu berarti dalam beberapa saat gue juga akan bisa menjadi orang yang menyebalkan.

Tiap hujan kemungkinan besarnya (hampir pasti) situasi saat itu adalah langit yang mendung. Rona langit yang kusam pada akhirnya membuat gue jadi ‘mendung’ juga. Gak bersemangat melakukan apapun.

Ya mungkin gue bersikap sangat tidak adil terhadap hujan. Toh hujan tetap diharapkan ‘kehadiran’nya. Sejujurnya gue juga gak bisa membayangkan hidup sepanjang tahun tanpa hujan. Kering.

Fenomena hujan, gue menganggap hujan adalah fenomena alam meskipun saking seringnya semua orang sudah mengganggap hujan biasa saja, selalu memiliki mitos-mitos tertentu. Itu yang bikin gue gak bisa memahami hujan sepenuhnya.

Ketika imlek misalnya, hujan dianggap membersihkan diri seseorang dari kesialan yang ia dapatkan selama setahun sebelumnya (itu yang gue tahu). Kemudian yang lebih mistis lagi, hujan datang apabila ada orang semacam paranormal yang dekat dengan dunia ‘kebatinan’ meninggal dunia, biasanya ini terjadi ketika hujan turun sangat deras padahal tidak sedang musim hujan.

Banyak lagi yang lainnya, yang melengkapi keengganan gue terhadap hujan. Padahal, tidak selamanya hujan punya efek jelek.

Gue yakin petani di sana mengharapkan hujan supaya lahan mereka tetap basah.
Gue yakin tukang bakwan bakal cukup hepi kalo hujan. Personally, kalo hujan bawaannya pengen yang anget-anget. Hehehe.

Hujan, dengan caranya sendiri bikin orang benci dan cinta. Padahal hujan sendiri merupakan sebuah siklus alam yang seharusnya memang terjadi – tanpa embel-embel mitos di dalamnya.

Mungkin seperti itu lebih baik. Melihat hujan hanyalah sebagai siklus alam biasa.

Waw, gue udah ngelantur cukup panjang sepertinya.
Hehehe. Yea, hujan turun waktu gue nulis ini dan rasa ‘mendung’ yang dibawa bikin gue jadi ikut-ikutan mendung dan menulis ini. Hahaha.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.