Mari saya perkenalkan pada Anda, negeri di mana saya menjadi seseorang yang berbeda.
Negeri di mana saya belajar banyak tentang diri saya sendiri, melalui tulisan saya dan melalui tulisan orang lain.
Selama tiga puluh satu hari saya belajar untuk memaksa diri saya menulis. Hal yang tadinya bukan jadi perhatian saya.
Negeri ini mengenalkan saya akan menertawakan tulisan orang dan rasa malu ketika menyadari bahwa tulisan saya yang ternyata layak ditertawakan. Negeri ini penuh tawa, curiga, dan misteri otak tiap penulisnya.
Negeri ini memberi tahu saya bahwa tiap orang punya cara sendiri untuk menyingkap rahasia mereka masing-masing melalui tiap kata yang mereka rangkai.
Negeri ini sangat dinamis, sangat kaya (karena denda), dan sangat menantang. Negeri ini adalah satu-satunya hal yang pernah memaksa saya untuk melakukan suatu hal secara konstan selama tiga puluh satu hari.
Rasanya menyenangkan, ketika memaksa diri saya untuk memutar otak menemukan celah tiap negara untuk ditulis. Rasanya menyenangkan ketika kamu bisa menyelipkan tiap sumpah serapah dengan cara yang lebih manis.
Ah, terima kasih mas awe rajanya negeri yang pernah mengisi hari saya ini.
Menyadur, eh, menjiplak cara mbak ocha menutup tiap postingannya,
Playlist : kopi dangdut di acaranya anak hukum
Kostum : jaket+celana jeans
Cemilan : gak ada
Terima kasih, saya memiliki 31 hari terproduktif yang pernah saya punya.
Tags: #31harimenulis

